Cairo, 04/09/2010 - Suasana terasa begitu hening laksana padang pasir dimalam hari yang diterpah hembusan angin timur yang lembut. Demikianlah yang dirasakan audient FAS saat mendengarkan dan menghayati ceramah Ust. Nurul Ahsan pada agenda ihya' al asyr al awakhir min ramadlan malam kelima. Tanpa magic ataupun jampe - jampe, ustadz yang notabene merupakan personil dari departemen pendidikan FAS ini, mampu menyihir membuat tertegun diam semua peserta ceramah dan diskusi yang dilaksanakan di Hayy Sadis, Nasr City ini. Seperti biasanya waktu yang diberikan pada Penceramah hanya duapuluh menit. Saking antusiasnya peserta dalam menghayati kata demi kata Penceramah, target waktu yang diberikan seolah berlalu hanya dalam beberapa menit. Atas kebijaksanaan moderator yang pada kesempatan kali ini adalah Ust. Agus Salim yang juga Imam Jama'ah isya' dan tarawih, maka waktu ditambah kira-kira lima menit dari waktu yang biasa ditargetkan.
Memang tidak seperti biasanya, agenda pada malam hari ini dilaksanakan pukul 21.00 Clt. keterlambatan pelaksanaan kegiatan ini disebabkan karena tempat domisili Penceramah dan lokasi kegiatan relatif jauh. Belum lagi bus 3 jim, 24 jim, atau 80 coret yang biasa ia tumpangi tak kunjung datang menghampiri. Namun alhamdulillah dengan pertolongan Allah dan kesemangatan yang menggebu akhirnya Penceramah yang notabene aktifis ini hadir dilokasi pada pukul 20.45.
Selain ceramah, ustadz yang berasal dari Blora ini, menulis makalah yang menarik. Makalah yang diberi judul "Kontroversi Metodologi Ru'yah dan Hisab" ini, mendapat apresiasi dari Penasehat pertama FAS Ust. Machmudi Muhshon, MA. Karena analisa yang ada dalam makalah ini tepat untuk diterapkan dimasa sekarang, kata penasehat yang sedang menyelesaikan program S3 ini. Esensi dari analisa penceramah adalah antara ru'yah dan hisab dalam konteks Indonesia harus seiring sejalan. Kalau memang hisab valid, maka harus dibuktikan kebenarannya dengan ru'yah, begitu pula sebaliknya.
Agenda acara kelihatan semarak walaupun tidak begitu banyak peserta, karena Sdr. Abdullah Farid, Sdr. Fathul Mannan, dan Sdr. M. Irhas Darojat turut memberikan pertanyaan yang menarik. Hadir pula pada kesempatan ini, simpatisan FAS. Sdr. Arief Choiruddin dan Sdr. Umam maba yang berasal dari Mranggen, Jateng. Dan alhamdulillah acara berjalan lancar dan selesai ditutup Sdr. Sholeh Taufiq.
Reporter: Sholeh Taufiq






0 comments:
Post a Comment